Kenapa Harus S3 di Taiwan?

Mumpung anakku masih kecil, usia tidak terlalu tua, rasanya ke depan semua dosen harus S3 dan ingatan Bahasa Inggris belum luntur digerus aktivitas di Indonesia. Begitu kira-kira jawabanku setiap ditanya orang tua, kenapa harus S3 di Taiwan sekarang. Banyak yang menyarankan untuk lanjut S3 tahun depan atau nunggu PNS dulu. Read more…

Pengalaman Mengerikan di Bandara Taoyuan

Ini sebenarnya kisah lama, tapi kesan mengerikannya masih terasa hingga sekarang. Aku bersama Saide dan Kemal meninggalkan Taiwan setelah kuliah dua semester di NTUST. Kami pulang dengan membawa ijazah dan sedikit uang.

Ya sedikit uang, karena kami di Taiwan kuliah, bukan bekerja.

Momen sedih pun sempat terasa saat meninggalkan kampus. Terbukti dengan hujan yang mengiringi perjalanan kami. Waktu itu bersamaan dengan bulan puasa. Dan kami pun memilih penerbangan malam agar bisa berbuka puasa di Bandara. Kami memilih penerbangan paling murah, sehingga harus transit ke Singapura, dengan pesawat Besi Udara. (more…)

Buka Puasa Bersama KDEI Taipei

Datang tanpa izin, pulang pun lupa pamit. Manusia macam apa aku ini. Setibanya di Taiwan hingga menjelang kepulangan, tak sekalipun kaki ini menginjakkan ke Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Maka dosa mana lagi yang aku perbuat. Datang tak izin, pulang pun lupa pamit. Manusia macam apa aku Read more…

Hanami di Shei-Pa National Park

“Worrrrrrggggh, itu sakuranya mekar sekali. Indahnyaaaaa.” Teriakan Mas Yusuf membuyarkan lamunanku tentang tesis. Isi kepala yang masih berisi tentang topik kota pintar tiba-tiba beralih mencari dimana bunga sakura. Kecepatan mobil diturunkan. Sambil mencari tempat parkir, ketiga orang di mobil sangat antusias melihat jejeran pohon genus prunus yang ditutupi bunga sakura Read more…

Terperangkap Kabut Menuju Wungli

Taipei dirundung awan gelap. Hujan pun tak terelakan lagi. Gerimis a la shower menghujam dari langit. Aku bergegas dari kamar menuju lab. Bukan untuk mengerjakan tesis, tetapi untuk transit saja. Sarapan sebelum berangkat ke Wungli.

Untuk melawan cuaca dingin dan hujan, aku menggunakan jaket hoodie yang dilapisi satu jaket lagi. Usai sarapan, Mas Yusuf menelponku, sempat terputus dan aku pun langsung bergerak dari lab ke tempat janjian. (more…)

Toleransi Taiwan, Republik Ceko dan Madura

restoran jepang di Taiwan

Makan malam bersama menjadi acara yang biasa diadakan oleh Profesor untuk mengakrabkan sesama anggota Lab. Kemarin sudah mengadakan acara makan malam bersama Profesor. Kami berniat untuk makan malam bersama tanpa Profesor. Hehehehe. 😀

Inisiatornya adalah Anson dan Mikel. Mereka berdua bersemangat sekali, apalagi rencana banyak teman satu lab yang ikutan untuk makan malam bersama.

Anson sudah memesan tempat. Menuruti permintaanku, kita berangkat setelah waktu sholat Maghrib. Sayang, tidak banyak yang ikut. Awalnya hanya berempat saja. Tapi di tengah perjalanan (more…)