Kata yang Hilang

suasana malam gongguan, taipei

Gemerlap malam di Gongguan, Taipei

Cepat. Dinamis. Fokus. Komitmen. Rendah hati.

Begitu kaki ini menginjak tanah Taiwan, aku melihat manusia berjalan lebih cepat. Langkah mereka pasti dan dinamis. Tatapan mata mereka menggambarkan fokus dan punya komitmen tinggi pada pekerjaannya. Meski begitu, jika aku menghentikan mereka dan bertanya sesuatu hal, mereka dengan rendah hati dan sabar memberi tahu apa yang kita tanyakan. Secepat apapun mereka, sefokus bagaimanapun, jika ada orang butuh bantuan, mereka akan membantu sampai urusannya selesai. Mereka bahkan tidak segan mengantarkan ke tempat yang ditanyakan, tak peduli seberapa jauh tempat itu. Begitulah manusia Taiwan: paling tidak suka mengurusi urusan orang lain, tetapi paling peduli jika ada yang memerlukannya.
(more…)

Bukan Membeli Tetapi Mengurus SIM Card

sim card di taiwan (2)

Dual SIM. Hampir semua pengguna ponsel mempunyai dua kartu SIM. Kartu pertama biasa terdiri dari nomor cantik. Lebih spesial karena digunakan untuk keluarga dan bisnis. Kartu pertama biasanya adalah kartu paling banyak digunakan oleh orang lain. Sedang kartu kedua merupakan kartu sementara yang sifatnya pakai-buang.

Kartu kedua lebih sering merupakan kartu untuk paket data. Agar nyaman berinternet dengan banyak kuota dan murah. Jika paket data sudah habis, maka kartu harus dibuat dan membeli lagi yang menawarkan kuota lebih banyak dan lebih murah. (more…)

Ko Erwin dan ISA

Entah apa jadinya hidup di Taiwan tanpa adanya Ko Erwin.

Itu mungkin ungkapan yang diamini oleh semua mahasiswa baru Fall 104. Satu nama yang menjadi pertama kali dicari setiba di Taiwan. Satu nama yang aku hubungi pertama kali sesaat setelah turun dari pesawat. Namanya adalah Erwin Kwok. Akrab dipanggil Ko Erwin.

wahyu alam bersama ko erwinIa langsung menyambut kedatangan kami setibanya di kampus. Ngga pakai lama, usai menitipkan koper ke dormitory wanita, Ko Erwin mengajak kami berkeliling kampus dengan berlari. Ngga percaya? Aku bilang sekali lagi ya: BERLARI! (more…)

Remas Rasa Internasional

ntust imsa welcome party

Masjid Al-Kabir sudah menjadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu malamku. Jika di malam hari aku tidak ada di rumah, maka carilah di Masjid. Aku pasti berada di sana bersama teman-teman Remas yang lain. 

Selama di Taiwan, aku akan kehilangan semua kegiatan bersama Remas di Masjid. Sempat terlintas di pikiran, semoga ada dhibaan, muqodeman dan munaqiban di Taiwan. (more…)

Kesan Pertama Tentang Taiwan

wahyualam.com - form pertama di taiwan

Setiba di bandara, masih terasa mimpi saja sampai di sini. Juga tak begitu bangga, karena masih buanyak orang yang bisa sepertiku, atau bahkan melebihinya.

Rasa rindu rumah langsung hadir ketika pertama kali masuk dorm. Bau kamar mandi, bau sabun dan bau-bau aneh yang langsung menusuk hitung. Sempat kaget dan tidak bisa menerima. Apalagi kamar yang akan aku tempati, masih bertumpuk barang orang lain. Aku hela nafas panjang. Mencoba rileks.

Aku bersihkan perlahan dan aku mulai suka dengan desain meja dan kasurnya. Pas sekali. di bawah untuk bekerja dan belajar, di atas untuk istirahat. Hari pertama, aku tidur begitu nyenyak karena kepalaku pusing. Tubuh bergoyang seperti ada gempa. (more…)

Kampus UTM Dahulu dan Harapan di Masa Depan

kampus UTMHari pengumuman pendaftaran PMDK di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah tiba. Tapi aku tak beranjak dari rumah, aku masih sibuk baca buku-buku ujian masuk ke kampus ternama. Berbeda dengan teman sekelas satu SMK, mereka berduyun-duyun ke kampus, melihat siapa saja yang diterima. Aku dapat SMS dari Wulan, temen sekelas yang melihat langsung pengumuman. Kami belum terbiasa mengecek via web. Wulan memberitahuku kalau aku dan Eko yang diterima di Teknik Informatika, sisanya di Teknik Industri. (more…)

Mencari Kebab di Kamal

kebab kamalLapar di tengah malam itu tidak enak. Apalagi tinggal di desa yang jauh dari pedagang makanan. Akhirnya dengan berat hati aku keluar rumah menggunakan motor untuk mencari makan.

Makan sesuatu yang gurih dan hangat akan terasa nikmat di malam yang dingin. Dalam hati aku bergumam ingin makan Kebab yang khas. Membayangkan adegan dalam buku Api Tauhid terjadi di hadapanku. Makan Kebab asal Turki. Hangat, gurih, dan mengigit daging sapi yang diiris tipis dengan toping yang khas. Tapi mana ada penjual Kebab Turki asli di daerah terpencil seperti Kamal. (more…)

Kopdar Geger a la Rangers

Kopdar Geng Rangers UTM“Yu, jangan lupa jam 9, di rumah, jangan sampai telat”

Begitulah pesan singkat Rendra. Ranger Biru yang juga dekat. Sekarang kerja di salah satu Bank terbesar di negeri ini. Ia menjadi inisiator untuk mengumpulkan anggota Power Rangers. Geng yang berisikan lima orang sahabat di masa kuliah. (more…)