Company Visit ke Systex

company visit NTNU ke SystexYes. It is time to company visit!

Kesiangan dan salah kostum mewarnai pagi di hari Selasa. Aku berniat rebahan sebentar di lantai berakibat gawat. Aku dan Saide baru bangun pukul 8.40. Padahal pukul 9.20 kami harus sudah di Shide Rd. Kami akan naik bis tepat di depan dormitory NTNU.

Kami bergegas. Di telinga seperti ada tabuhan genderang drum yang semakin cepat. Mandi dan berpakaian menjadi lebih singkat dari biasanya. Laptop ditutup meski menyala. Beberapa buku di masukkan ke dalam tas.

Aku dan Saide hampir bersamaan selesai mengikat tali sepatu dan berangkat.

Dengan setengah berlari, kami keluar kampus NTUST. Aku mengambil ponsel dan mengabari Will, assistant teacher mata kuliah Technology Marketing, kalau kami bakal datang telat lima menit. Aku janjikan lima menit. Berharap bisa memenuhi janji yang aku tulis di media chat LINE.

DSCN7676

Batik Madura warna hijau yang aku pakai terlihat lebih cerah. Pagi ini Taipei disiram matahari pagi. Dua anak manusia dari Madura dan Riau bergelayut berjuang menempuh jarak agar tidak telat. Jalan dari Keelung Rd menuju Shida Rd seperti lebih panjang dari biasanya. Kami mengayuh YouBike paling cepat yang pernah kami lakukan. Tepat pukul 9.25 kami selesai menaruh YouBike pada tempatnya. Perjalanan kemudian dilanjutkan jalan kaki.

“Ayolah, lampu merah, segera berhenti menyala!” Gumamku dalam hati. Begitu lampu hijau untuk pejalan kaki menyala, aku langsung berlari. Saide membututi di belakang. Satu unit bis terlihat parkir di depan dormitory.

Aku yakin ini bisnya. Aku berniat memotret bisnya. Sayang, Jimmy sudah meloncat dari bis dan memanggil kami untuk segera naik ke dalam bis. Betapa malunya kami, semua teman-teman sudah berada di dalam bis Mereka semua terlihat menggunakan jas lengkap dengan dasinya.

Rasanya kami salah menggunakan kostum. Tapi tidak apa-apa, aku memakai batik, setidaknya dapat mengenalkan batik sebagai baju formal khas Indonesia.

DSCN7660

Kami berangkat ke menuju kantor Systex. Di sana kami disambut oleh karyawan yang juga menggunakan jas lengkap dengan dasi. Setiap mahasiswa yang masuk ke dalam ruangan diberi goodiebag. Jadi ingat acara blogger kalau sudah seperti ini. Usai sambutan singkat, kami langsung dikenalkan dengan produk-produk mereka.

Pertama mereka memperkenalkan sistem pemesanan menu di restoran dengan sistem RFID, bahkan hanya dengan menempelkan iPad di salah satu menu yang sudah dilengkapi dengan RFID, maka kita bisa tahu foto dan detail informasi tentang menu tersebut. Kemudian mereka mengenalkan produk yang lain, salah satunya adalah jasa penyimpanan awan.

Dengan keunggulan teknologinya, mereka menawarkan jasa cloud computing kepada pelanggannya yang kebanyakan terdiri dari perusahaan-perusahaan di Taiwan. Sayang semua yang mereka sampaikan dalam bahasa Mandarin, sehingga aku dan teman-teman dari luar negeri tidak memahami seutuhnya apa yang dijelaskan. Beruntung masih ada beberapa monitor di tembok yang memvisualisasikan bagaimana dan apa saja proses bisnis mereka. DSCN7667

Founded in 1997, SYSTEX Corporation (TSE ID: 6214) is the No.1 Taiwan-based IT services provider in the Asia-Pacific region with 3,000 employees and 48 branch offices in Taiwan, China, Hong Kong and Southeast Asia. In 2014, SYSTEX’s consolidated revenues reached US$ 530 million.

“SYSTEX is the No.1 ranked software service provider in Taiwan for 7 consecutive years and the most profitable of their kind amongst the top 500 operations in the services industry”, as published in the May 2013 issue of Common Wealth Magazine (Taiwan’s leading business magazine).

Usai berkeliling ruangan demi ruangan yang sudah dirancang untuk memvisualisasikan layanan mereka, kami dikembalikan ke ruangan pertemuan untuk mendengarkan presentasi selanjutnya. Sekali lagi, slide dan materi disampaikan dalam bahasa Mandarin. Aku perlu memotret slide pertama menggunakan aplikasi Google Translate. Berkat bantuan aplikasi Google Translate, aku setidaknya paham yang akan dijelaskan adalah tentang security dengan teknologi dari Karspersky.

Kalau sudah seperti ini, rasanya ingin segera bisa menguasai bahasa Mandarin. Cukup disayangkan sebenarnya, perusahaan sebesar Systex tidak bisa mempresentasikan dalam bahasa Inggris. Atau memang karena target pasar mereka Taiwan, sehingga mereka merasa belum perlu kemampuan bahasa Inggris bagi karyawannya. Untungnya mereka punya website versi Bahasa Inggris, sehingga aku bisa memahami informasi lengkap dari websitenya.

Melalui mata kuliah ini, kami setidaknya bisa mengetahui perusahaan IT di Taiwan secara langsung. Kuliah Technology Marketing masih menyisakan satu lagi company visit, semoga yang kedua kalinya bisa disampaikan dalam bahasa Inggris.

ALAM

Berikan Komentar