Mulai Korean IT Volunteer sampai Film Lini Massa

Kabut putih (tidak tahu asap atau bukan) menyelimuti langit Jakarta saat pesawat Citilink yang aku tumpangi akan mendarat dari Surabaya. Pemandangan Jakarta dari atas tidak terlihat oleh tebalnya awan putih ke abu-abuan.

Jumat (6/7) aku mendarat di Jakarta untuk menghadiri FGD (Focus Group Discussion) jilid 2 yang diadakan ICTWatch. Tahun lalu aku juga diberi kesempatan hadir di acara yang dihadiri oleh perwakilan blogger pilihan dari Sabang sampai Merauke. Ada blogger Aceh, ada Blogger Sumut, Pekan Baru, Palembang, Jakarta, Bekasi, Bogor, Bandung, Banyumas, Solo, Jogja, Semarang, Malang, Surabaya, Ende, Ambon, Makassar, Pontianak, Banjar Baru, dan Papua.

FGD jilid dua disepakati menggunakan hashtag #FGD2012.

Di #FGD2012 ini aku kembali bertemu kawan-kawan alumni FGD2011 yaitu Tuteh dari Ende, Nike dari Palembang, Almascatie dari Ambon, Daeng Ipul dari Makassar, Dwi dari Pontianak, Bang Fiko dari Pekan Baru, Haqqi dari Malang, Mbak Rara dari Makassar, Suryaden dan Anasir dari Jogja, Asmari dari Semarang dan semua yang akan capai bacanya kalau disebutkan satu demi satu.

Jangan sampai lupa berterimakasih kepada Pakdhe Blontankpoer yang sudah merekomendasikan aku untuk menjadi salah satu perwakilan dari Jawa-Madura untuk menghadiri acara keren ini.

Sendirian berpetualang dengan hanya bekal print-out slide yang menunjukkan peta lokasi acara menjadi teman setia selama perjalanan dari Bandara. Setelah berjuang dari kemacetan Jakarta yang tersohor itu, perlu waktu dua jam setengah sebelum akhirnya aku sampai di house of Eva yang menjadi venue sekaligus tempat penginapan peserta selama #FGD2012 berlangsung.

Kesejukan rumah ini menjadi pelepas pengat selama di perjalanan. Setelah istirahat sebentar, sholat segala macam. Malam hari acara dimulai dengan perkenalan dari KIV (Korean IT Volunteers) yang datang ke Indonesia untuk memberikan edukasi kepada siswa/mahasiswa di Indonesia. Mereka itu ini RelawanTIK-nya Korea. Aku berkesempatan berkenalan dengan salah satu anggota dari KIV. Sampai akun Facebook-pun sudah didapat.

Pemutaran film Lini Massa 2 menjadi acara setelah perkenalan KIV ini. Inspirasi banyak hadir dari film ini. Salah satu tokoh utamanya adalah Almascatie, seorang blogger dari Ambon. Selain itu film ini juga menceritakan beberapa pergerakan masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan dunia IT sebagai salah satu media untuk menyuarakan kebebasan hak yang seharusnya mereka miliki.

Seperti kisah dari Lombok, hanya dengan bermodalkan ponsel Nexian, warga Mandala Mekar di Tasikmalaya menginformasikan kepada dunia via Facebook tentang kondisi desanya yang kekurangan air karena pipa penyalur airnya bocor. Facebook menjadi sebuah lencana untuk memberikan kepada semua orang bahwa kondisi desa di Mandala Mekar ini tragis. Gara-gara Facebook ini lah yang mereka mendapat bantuan dari beberapa instansi, salah satunya adalah World Bank yang membantu untuk memperbaiki pipa sehingga warga desa Mandala Mekar tidak kekusahan air bersih.

Masih banyak cerita di Lini Massa 2 akan segera di launching oleh InternetSehat ini. Almascatie yang baru tiba di lokasi ditodong untuk maju ke depan untuk menceritakan bagaimana sebenarnya pembuatan film Lini Massa 2 di Ambon. Hal yang paling spesial juga adalahtheme song film ini dibuatkan langsung oleh Glen Fredly, yang juga aktivis perdamaian di Indonesia Timur.

Diskusi informal melanjutkan sesi Lini Massa 2 di house of Eva ini. Tawa canda disertai sesekali terdengar memecah keheningan malam.

 

ALAM

7 thoughts on “Mulai Korean IT Volunteer sampai Film Lini Massa

  1. Kita tunggu versi final #linimassa2 ya, buat bukti betapa banyak pendekatan yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia untuk berkespresi dan memajukan kehidupan 🙂

Berikan Komentar