Keliling Belanda dengan NVO

Awalnya, aku adalah orang paling malas baca novel. Selain karena tidak ada gambarnya, juga karena jumlah halamannya yang membuat semangat bacaku runtuh berjatuhan tak bersisa. Tapi itu dulu, sejak dapat pinjaman novel Negeri 5 Menara dari Pak Husni, dan membaca novel kelanjutannya; Ranah 3 Warna berhasil membuatku ketagihan baca novel. Selain bisa menumbuhkan minat bacaku lagi, membaca novel juga bisa memberi pelajaran bagaimana teknik menulis yang baik dan benar.

Kini setelah Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, sekarang dengan bangga aku mengatakan bahwa berhasil menuntaskan Novel Negeri van Oranje (NVO). Butuh empat bulan (lama sekali?) untuk menuntaskan novel Negeri van Oranje yang aku beli Pebruari lalu. Kesibukan kuliah dan berbagai aktivitas komunitas dan pekerjaanku membuat waktu untuk membaca novel harus berganti membaca jurnal, makalah, buku, paper tentang Teknik Informatika, dan tentunya pekerjaan lain yang sangat menyita banyak waktuku.

Sambil menyeruput kopi aku baca pelan-pelan novel dengan cover berwarna merah ini, meski terbit pertama tahun 2009, tapi aku tetap semangat membuka lembar demi lembar, bab demi bab, cerita demi cerita yang disajikan dengan bahasa ringan dan santai. Novel ini sudah mengalami lima kali cetak ulang tepat setelah sembilan bulan buku ini diterbitkan, tidak salah kalau tulisan best seller tercetak gagah di cover depan.

Novel ini ditulis oleh empat orang (banyak bener? biasanya satu?) yaitu Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Permana. Mengisahkan petualangna mahasiswa Indonesia menggapai mimpi dan cinta di negeri Belanda. Ceritanya sangat menarik dan tidak monoton, kalimat demi kalimat seolah melukiskan dengan nyata keadaan Belanda dan beberapa negara di Eropa. Menurutku novel ini juga unik dan kreatif, selain berisi tentang cerita dari novel itu sendiri, di dalamnya ada beberapa tips yang sangat berguna bagi seorang backpacker yang ingin jalan-jalan ke Eropa, selain itu juga bagi mahasiswa Indonesia yang akan menuntut ilmu di Negeranya Van Der Sar tersebut.

Berikut petikan dari dalam novel yang sangat saya suka :

” Saat jarum telah menunjukkan pukul sepuluh malam dan matahari baru mulai tenggelam, Daus baru bisa merapikan meja, menghidupkan laptop, menyeduh kopi, lalu membaca materi kuliah atau menulis paper”.

Kalimat ini membuat semangatku dalam menjalani perkuliahan sekarang bertambah, ternyata kuliah di Belanda juga kurang lebih sama dengan apa yang dikerjakan di Indonesia hanya saja terkadang kita malas dan melupakan tugas-tugas kuliah. Selain berbagai tips kuliah, tinggal dan jalan-jalan di Eropa, kisah percintaan yang tertulis di dalamnya merupakan nilai positif tersendiri. Membacanya serasa keliling Belanda. It’s really an insprising novel 🙂

ALAM

9 thoughts on “Keliling Belanda dengan NVO

  1. Harus ku akui bun, tulisanmu kian hari kian mantap saja. Aku juga sedang berusaha utk membeli dan membaca satu buku setiap bulannya. Dengan membaca perbendaharaan kata yg kita miliki akan bertambah, sehingga kualitas tulisan juga akan meningkat 🙂

  2. bener banget.. novel ini sedikit banyak menginspirasikan untuk menjelajah negara lain untuk belajar the way of life nya eropa dan cara berpikir mereka shg jadi negara yang maju..^^

  3. Asiiik makasih banyak ya NVO udah dibaca sampai tuntas! Apalagi kalau sampai menginspirasi wuihhh, itu bentuk apresiasi yang sangat luar biasa! Moga2 jadi makin semangat kuliahnya. Salam NVO! –Nisa Riyadi–

    1. wahh.. ini salah satu yang nulis toh? waahh hebat novelnya…menginspirasikan sy waktu msh di negeri oranje… pengen kembali kesana dng status mahasiswa lagi… ^____*

Berikan Komentar