#PesantrenTIK @ Sampang #1

Sebuah malam, saya mendapatkan sms dari seorang kawan dari Surabaya. Tidak lain tidak bukan beliau adalah “Al-Mukarrom Kya Haji” Super King Nopy. Beliau ada kawan blogger Surabaya.

Saya diajak untuk mewakili Plat-M dan membantu kegiatan #PesantrenTIK – Workshop TIK Masuk Pesantren yang akan di adakan di salah satu Pondok Pesantren yang ada di Sampang. Saya sangat senang mendengarnya. Saya dengan pasti mengatakan SIAP membantu kegiatan tersebut.

Sabtu siang saya berangkat dari Bangkalan. Perlu waktu sekitar dua jam untuk sampai di kota Sampang. Meski dalam kondisi “menekuk-nekuk” karena kondisi bis mini saat itu penuh, tapi tak sedikitpun mengurangi semangat saya untuk tetap berangkat ke Sampang.

Bersama seorang kawan Plat-M, Suryadi, saya tiba di Sampang dengan selamat.

Tanya sana tanya sini untuk sampai di Pondok Al-Haramain yang ternyata masyarakat Madura lebih mengenalnya dengan pondok “Duwe’ Pothe”. Suasana pondok ini cukup indah dan bersih. Suasana hijau dan tentram seolah memberikan ucapan selamat datang kepada dua orang Plat-M yang baru datang.

Sesampainya di camp panitia, saya dan Suryadi disambut baik.  Saya bisa kenal dengan KH. Imam Mawardi yang ternyata juga sangat gemar menggunaan internet. Baru bertemu saja, beliau sudah sibuk menggunakan iPad dan ber-fesbukan ria. Tentunya untuk kepentingan dakwah. Di iPad ini jugalah terdapat foto saat beliau di Singapura menghadiri acara pertemuan Ulama se Asia.  Saya sangat menyukai sesi berdiskusi tentang Islam dengannya saat berada di “balik layar”.

Puncak keterpukauan saya adalah saat beliau berceramah memberikan tausyiah kepada santri-santri peserta. Beliau menjelaskan begitu runtun. Bergilir, tertata dan berurutan. Meski tanpa bantuan PowerPoint, Kyai Imam menjelaskan pemanfaatan internet untuk kepentingan dakwah seperti menulis sebuah buku. Saya seperti membaca sebuah buku yang ada bab/bagian-bagian. Lengkap dan terjabar dengan kalimat dan contoh sederhana namun sangat mengena.

Jelas, Kyai Imam ilmunya sudah banyak. Foto-foto di akun facebooknya menjadi bukti. Beliau sering berkeliling Timur-Tengah untuk berziarah atau menuntut ilmu dari ulama-ulama besar di negeri jazirah Arab.

Belum habis rasa kagumku kepada Kyai Imam, datang lagi seorang anak kecil berjubah. Wajahnya menandakan keturunan Arab. Benar, dia “Habib” keturunan Rasulullah. Beliau putra dari Habib Sholeh yang merupakan ketua Majelis Muwashola Binal Ulama Wal Muslimin, penggagas Worskhop Masuk Pesantren ini. Belum pernah saya melihat bocah kelas 5 SD secerdas dia. Pertanyaan-pertanyaan yang dia lontarkan membuatku geleng-geleng kepala. Kritis dan cerdas untuk bertanya semua hal. Kebiasaannya berada di lingkungan pondok pesantren dan keturunan Timur Tengah membuatnya sesekali berbahasa Arab. Dia memanggilku Ustadz. Kata Antum dan Ana menjadi kata baru yang tidak bisa saya ucapkan. Dua kata ini sering saya ucapkan saat berada di PP. Al-Haramain.

Berbeda dengan biasanya. itu mungkin kata yang pas. sering sekali ikut acara di berbagai kota, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar dsb. Mungkin sekarang yang paling indah karena orang-orang yang ada di sekitar saya semuanya memakai busana muslim lengkap dengan kopyah putihnya. Suasana pondok Al-Haramain memberikan khazanah tersendiri bagi saya. Merasakan dan melihat aktivitas ingin rasanya saya “mondok”. Mendalami kalam Allah. Mendalami Agama Allah. Suasana pondok ini begitu rapi, bersih, sejuk, dan rindang. Beberapa pohon sejenis kurma berjejer seolah berada di timur tengah. Deru Adzan menjadi penghenti segala aktivitas di pondok dan menggiring semua santri menuju langgar shalat berjema’ah.

Belum lagi melihat berbagai kitab mulai dari yang tipis dan tebal bahkan ada seri 1 s/d seri 7. Semua bertuliskan huruf Arab. Meski saya belum tahu apa saja kitab-kitab yang berada di lemari dan tempat kami (panitia) menginap, saya merasa senang melihatnya. Saya menjadi orang bodoh dan sok jago sharing tentang social media di pondok ini. Tumpukan dan barisan kitab-kitab ini seolah berkata kepada saya, ini adalah bukti begitu luar biasa Islam.

— bersambung: baca selanjutnya

ALAM

One thought on “#PesantrenTIK @ Sampang #1

Berikan Komentar