#PesantrenTIK @ Sampang #2

Kegiatan “nyantri” hari kedua, hari Minggu. Giliran saya bertugas menjadi instruktur kelas Social Media dan Blogging. Satu kelas lagi, kelas Streaming ditangani Hafiz dari @speedytaqwa. Saya tidak sabar berada di depan santri-santri peserta. -baca kegiatan nyantri hari pertama-

Setelah sarapan dan menyeruput kopi yang disuguhkan pondok pesantren, saya mengutak-atik slide untuk dipresentasikan. Semoga bisa memberikan inspirasi dan pengetahuan baru bagi santri-santri peserta. Setelah ijin ke Kanjeng Super King @Nopy_PR dan Kyai Imam Mawardi, saya beranjak ke kelas Social Media dengan pakaian ala santri, bersarung dan berkemeja (taqwa). Tidak lupa selendang dari Ende saya pakai. Bismillah! *tidak lupa nge-tweet dulu*.

Ketika memasuki ruangan sosial media, ternyata beberapa peserta sudah asyik browsing. Layar biru terlihat jelas. Ya facebook. Berbeda ketika biasanya saya datang ke acara blogger. Biasanya saya dan juga peserta bercelana panjang dan berkaos dengan tulisan komunitas masing-masing. Tapi sekarang sepanjang mata memandang satu persatu peserta, yang ada hanya balutan sarung dan kemeja lengkap dengan peci hitam/putih. Raut mukanya polos dan cerah menandakan semangat belajar luar biasa. Suasana lesehan menjadikan kesan berbeda. Agar fokus, saya cabut kabel RJ12 dari modem, agar semua fokus mendengarkan “tausiyah” dari Ana (saya).

Introduction, saya tanya. Sudah punya Blog?, sudah punya twitter? Yang belum punya facebook?. Jawabannya beragam. Ada yang punya ada yang belum. Bahkan belum punya facebook. Kemudian intro film Linimassa1 menjadi penggugah semangat mereka di pagi hari. Beberapa fakta dan data tentang sosial media saya sampaikan, citizen jurnalism, sampai beberapa perubahan akibat social media.

Tanpa terasa 45 menit sudah saya berikan materi. Saatnya praktek. Membuat email, mengirim email, memanfaatkan Google Drive menjadi agenda menarik sebelum Dhuzur. Semua peserta khusyu’ dengan laptop masing-masing. Gerakan seperti menaruk telapak tangan di dagu, memperbaiki peci, tidak berkedip di depan layar, menoleh ke teman sebelahnya, melihat ke tembok yang terpancar sinar projector dari laptop saya, sampai mengangkat tangan bertanya adalah suasana saat praktek. Alhamdulillah mereka sudah punya email dan bisa menggunakan Google Drive sesaat sebelum kumandang Adzan Dhuzur.

Usai ISHOMA, saya memasuki kelas dengan begitu antusias. Sekarang saatnya materi (menulis) blog. Sebelum diberikan materi creative writing sampai teknis pembuatan blog, saya “paksa” mereka menulis. Mencurahkan isi pikirannya ke dalam laptop masing-masing. Selama 5 menit. Hasilnya, ada yang Cuma satu baris 8 kata, ada yang menghasilkan dua baris, tiga baris, sampai ada yang satu paragraf. Ketika ditanya kesulitannya: ”ngga mood”, “susah diungkapkan dengan kalimat”, “susah menuangkan apa yang ada di dalam pikiran“, sampai “tidak cepat mengetiknya”. Setelah saya paksa mereka menulis, harapannya mereka bisa berpikir bahwa menulis itu memang harus belajar. Saya merangkum materi dari #@ndorongkakung, @bushtommy, sampai dosen saya Pak Husni tentang creative writing. Semoga materi dari tiga orang hebat ini bisa memberikan inspirasi mereka dalam menulis.

Sesi hari Minggu selesai sampai teknis mengelola blog di WordPress. Semangat menulis peserta “dipancing” dengan diadakan lomba menulis blog yang akan diumumkan di acara penutupan.

>>> lanjutkan baca

ALAM

4 thoughts on “#PesantrenTIK @ Sampang #2

Berikan Komentar