Ruang Kerja

wahyualam at digital enablement lab

Kunci harus dikembalikan. Jika tidak, kamu tidak akan bisa lulus. Saya serius.

Profesor memberiku kunci lab. Aku sudah bertatap muka denganmu sejak sebulan yang lalu, namun baru sekarang aku resmi diberikan kunci lab. Sedikit telat dibandingkan teman-teman yang lain. Mereka sudah mendapatkan kunci lab sejak pertama kali bertatap muka dengan profesornya. (more…)

Berburu Salju: Mengitari Bukit Yangmingshan

Sisa-sisa salju di Yangmingshan

Sisa-sisa salju di Yangmingshan

Kabar tentang salju semerbak menghiasi pikiran mahasiswa dari negara-negara tropis. Semuanya berburu salju. Semua pasang foto dengan salju. Semuanya ganti foto profil di LINE, WhatApps, dan Facebook. Di televisi yang ada di kantin juga menyiarkan titik-titik yang akan kedatangan salju. Selain itu, musim dingin tahun ini kabarnya menjadi musim dingin dengan temperatur terendah sepanjang sejarah Taiwan. (more…)

Dua Syarat Melihat Salju di Taiwan

Salju yang sudah mencair

Salju yang sudah mencair

Taiwan akan mengalami musim dingin terburuk dalam 10 tahun terakhir. Entah harus bahagia atau sedih membaca berita itu. Bahagia karena akan turun salju, sedih karena belum puncaknya sudah dingin seperti ini. Setiap hari aku harus bersusah payah menembus dingin antara dormitory dan lab.

Jam tidur di musim dingin seperti ini berubah. Tubuh merasa nyaman bekerja setelah melewati tengah malam. Tak ada rasa ngantuk sekalipun. Mata masih menyala untuk mengerjakan satu per satu pekerjaan. (more…)

Menembus Dingin

5C

Malam telah melewati tiga perempat waktunya. Bukan, lebih tepatnya pagi sudah menghampiri Taipei. Waktu lebih dekat ke waktu sholat Subuh daripada Isya’. Ruangan lab ini tertutup rapat, namun udara dingin menelisir masuk lewat celah pintu. Kaki pun terasa dingin. Balutan kaus kaki dan sepatu tak cukup membendung dingin. (more…)

Makan Malam Bersama Profesor

Nurwahyu Alamsyah and Tzu-Chuan Chou - wahyualam.com

Anson, It is oke if we are going to venue at 5.35pm? because I have to pray Maghrib first.

Aku minta izin ke Anson, teacher assistant, untuk sholat Maghrib terlebih dahulu sebelum berangkat. Anson adalah asisten Prof Chou yang punya nama asli Chen-Hao Huang. Aku sholat Maghrib di dalam laboratorium. Kugelar syal made in Bali, kemudian aku larut dalam kekhusyu’an sujud Maghrib di Senin sore. (more…)

Belajar dari Taipei tentang Akses Difabel

wahyualam.com difabel di taipei

Rambu petunjuk letak lift khusus difabel di kawasan Taipei 101.

“Taiwan ternyata banyak difabel, ya?”

Begitulah pertanyaan Kemal, temanku yang juga baru sampai di Taiwan.

“Di Indonesia sebenarnya juga banyak, hanya saja di sini mereka punya akses. Sehingga di sini mereka beraktivitas seperti biasa.” Saide menyaut.

Aku hanya tersenyum saja mendengarkan perbincangan mereka. Kami bertiga akan menyelesaikan program Master di Taiwan selama setahun ke depan.

Akses. Saide benar. Difabel di Taiwan bebas beraktivitas tanpa perlu memikirkan harus lewat mana atau berpikir tersedia akses atau tidak. Karena kota Taipei begitu ramah untuk difabel. Hampir semua tempat di Taipei sudah dilengkapi dengan akses untuk difabel. Semua fasilitas telah dilengkapi dengan rambu-rambu yang memudahkan penggunanya, termasuk petunjuk fasilitas khusus yang dapat digunakan oleh difabel.

(more…)