Maafkan Saya, Professor!

Iseng aku melihat blog lamaku yaitu http://alamenulis.wordpress.com, karena sudah tidak pernah diupdate dan seluruh isinya aku pindah ke rumah yang baru yaitu http://wahyualam.com akhirnya aku memutuskan untuk menghapus semua isi blog termasuk URL dan semua entek-enteknya. Dengan harapan robot google akan langsung meradar di rumah baru ini, tanpa mampir rumah lama.

Setelah dihapus, ada permintaan untuk cek imel agar bisa menghapus secara permanen alamenulis.wordpress.com. Tanpa kesalahan aku langsung klik URL yang digunakan untuk menghapus rumah lama beserta semua isinya secara permanen. Untuk meyakinkan apakah sudah dihapus atau belum, aku mencoba memasukkan URL alamenulis.wordpress.com di address bar mozilla firefoxku, ternyata sudah tidak tersisa apapun, yang ada hanya tulisan “alamenulis.wordpress.com is longer available – The authors have deleted this blog“. Proses penghapusan berjalan sempurna dan telah selesai.

Aku kembali ke halaman inbox imel, aku buka beberepa pemberitahuan komentar baru di berbagai blog ‘peliharaan’ku, aku iseng membuka salah satu komentar yang tertuju untuk tulisanku di blog lama yang berjudul Wejangan Prof. Pitoyo Hartono di Universitas Trunojoyo, betapa kagetnya aku ketika melihat nama dan imel komentator yang tertulis dalam pemberitahuan di inbox imelku itu adalah sebuah komentar dari Professor Pitoyo Hartono yang aku ceritakan panjang lebar di postingan tersebut. Aku coba klik URL untuk melihat komentar, ternyata sia-sia karena blog sudah terhapus. Aku mencari cara untuk merestore blog itu, tapi grafik pengunjung terakhir blog itu menghentikan niatanku. Aku merasa bersalah kepada Professor Pitoyo karena menghapus blog lama tempat tulisan itu berada pertama kali. Tapi aku akan tetap bangga dan mengabadikan komentar tersebut dalam postinga ini

Meski tulisan itu sudah dicopy di blog ini, tapi komentarnya melekat di blog lama yakni alamenulis.wordpress.com. ini adalah kali kedua tulisanku dikomentari oleh orang yang aku ceritakan dalam postingan di blog pribadiku. Beberapa saat yang lalu postingan berjudul Berkeliling Belanda dengan NVO juga beruntung karena dikomentari oleh penulisnya langsung yaitu Nisa Riyadi, untungnya komentar penulis Novel Negeri Van Orange tersebut masih terekam dalam blog ini. Maafkan saya, Professor Pitoyo!

9 Responses to 'Maafkan Saya, Professor!'

  1. rasanya sangat menyesal sekali ya mas. Seharusnya mas masih bisa memposting sedikit tulisan di blog yang lama. Tetap semangat di blog yang baru!

  2. Rasanya sangat menyesal sekali karena sudah menghapus blog lama…

    Tetap semangat dengan blog yang baru!

  3. Cahya says:

    Bukankah isi blog dari WordPress.com bisa dipindah ke sini dengan sempurna (termasuk komentarnya) melalui fitur ekspor-impor blog milik wordpress?

    • wahyualam says:

      masalahnya komentar itu ada setelah semua diimpor disini, jadi tidak ikut komentarnya. :)

  4. rotyyu says:

    Lagian mengapa harus menghapus blog lama? Itu bisa menjadi semacam museum dan bukti sejarah perjalanan hidup kita sebagai blogger, kenang-kenangan ketika pertama kali belajar menulis di blog. Sayang sekali…

    • wahyualam says:

      Ntu dihapus, biar traffic blog yang baru gak kalah dengan blog yang lama, dan ingin cepat naik page-ranknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*