Iseng aku melihat blog lamaku yaitu http://alamenulis.wordpress.com, karena sudah tidak pernah diupdate dan seluruh isinya aku pindah ke rumah yang baru yaitu http://wahyualam.com akhirnya aku memutuskan untuk menghapus semua isi blog termasuk URL dan semua entek-enteknya. Dengan harapan robot google akan langsung meradar di rumah baru ini, tanpa mampir rumah lama.
Setelah dihapus, ada permintaan untuk cek imel agar bisa menghapus secara permanen alamenulis.wordpress.com. Tanpa kesalahan aku langsung klik URL yang digunakan untuk menghapus rumah lama beserta semua isinya secara permanen. Untuk meyakinkan apakah sudah dihapus atau belum, aku mencoba memasukkan URL alamenulis.wordpress.com di address bar mozilla firefoxku, ternyata sudah tidak tersisa apapun, yang ada hanya tulisan “alamenulis.wordpress.com is longer available – The authors have deleted this blog“. Proses penghapusan berjalan sempurna dan telah selesai.


Meski tulisan itu sudah dicopy di blog ini, tapi komentarnya melekat di blog lama yakni alamenulis.wordpress.com. ini adalah kali kedua tulisanku dikomentari oleh orang yang aku ceritakan dalam postingan di blog pribadiku. Beberapa saat yang lalu postingan berjudul Berkeliling Belanda dengan NVO juga beruntung karena dikomentari oleh penulisnya langsung yaitu Nisa Riyadi, untungnya komentar penulis Novel Negeri Van Orange tersebut masih terekam dalam blog ini. Maafkan saya, Professor Pitoyo!


























http://abdina.com/ditinggal-bulan-ramadhan-29426 main kesini mas
butuh masukan
sudah saya komentari malahan!
rasanya sangat menyesal sekali ya mas. Seharusnya mas masih bisa memposting sedikit tulisan di blog yang lama. Tetap semangat di blog yang baru!
Rasanya sangat menyesal sekali karena sudah menghapus blog lama…
Tetap semangat dengan blog yang baru!
Bukankah isi blog dari WordPress.com bisa dipindah ke sini dengan sempurna (termasuk komentarnya) melalui fitur ekspor-impor blog milik wordpress?
masalahnya komentar itu ada setelah semua diimpor disini, jadi tidak ikut komentarnya.
Lagian mengapa harus menghapus blog lama? Itu bisa menjadi semacam museum dan bukti sejarah perjalanan hidup kita sebagai blogger, kenang-kenangan ketika pertama kali belajar menulis di blog. Sayang sekali…
Ntu dihapus, biar traffic blog yang baru gak kalah dengan blog yang lama, dan ingin cepat naik page-ranknya
JASMERAH! Itu sama saja menghancurkan Borobudur dan membuatnya dilupakan sejarah Indonesia