Perjalanan Mencekam dari Riufang Menuju Bitou

Kita juga harus menuruti kemauan diri. Jangan kemauan dosen saja kita turuti. Begitulah kata Saide menggelorakan semangat. Semangat untuk tetap bisa sampai di Bitou. Melihat dari dekat bagaimana indahnya pemandangan Bitou Cape Park.
Gagal di hari Sabtu. Bukan lantas menyerah. Hari Minggu kita kembali ke Riufang. Berangkat dengan rute yang sama dengan perjalanan pulang ke Taipei. Mumpung akhir pekan menyisakan hari Minggu, ngga ada pilihan lain selain menuruti kemauan dan rencan sendiri: memandangi dari dekat Bitou Cape Park. (more…)






Sabtu pagi, cuaca tidak cerah juga tidak hujan. Awan berwarna abu-abu menggelayut di langit Taipei. Sebelum memulai perjalanan hari ini, kami pergi ke pasar tradisional. Berburu barang murah dan buah-buahan segar. 
Hari yang spesial. Aku harus pakai kemeja muslim spesial, celana jeans spesial dan minyak wangi spesial. Semuanya harus spesial karena aku ingin pergi merayakan Maulid Nabi. Aku sudah ditunggu keluarga dan teman-temanku yang lain. 





