Mata-Najwa-1

Optimis dan pesimis itu sama-sama menular. Namun, hari ini, belakangan ini, lebih banyak orang Indonesia yang pesimis. Ada banyak hal yang membuat masyarakat Indonesia pesimis. Salah satu yang berperan adalah media. Media lebih suka berkoar-koar tentang hal negatif.

Nyaris setiap pagi, kita sudah ditemani dengan kasus korupsi berat menemani sarapan kita. Akibatnya, seakan bangsa ini hanya bangsa yang buruk penuh dengan korupsi. Persepsi muncul berkat pengaruh media.

Lantas apakah Indonesia tidak punya harapan? tidak punya mimpi! saya rasa salah!

Lihatlah, gagasan lima tokoh yang diundang di program Mata Najwa edisi UNS kemarin.  Mereka semua menginspirasi dan segelintir dari sekian banyak penebar inspirasi di Indonesia.

Menggandakan Mimpi dan Memberikan Inspirasi.

Ganjar: Ada banyak siswa di Papua yang juara olimpiade. Ada banyak yang juara. Riset-riset yang jadi juara, sayang, itu tidak ditayangkan. Anda harus terlibat. Ikut terjun. Dengan cara yang macam-macam. Kalau seluruh orang masuk partai politik (apapun partainya) dan memberikan virus baik, maka negeri baik besok pagi, kalau tidak, jangan-jangan anda yang tertular.

Abraham Samad: Ada 3 hal pemimpin agar negeri sejahtera. Berani bersikap. harus jujur dan sederhana.

Jokowi: Munculkan yang baik-baik, jangan yang ditampilkan yang jelek-jelek terus. Karena ini akan memunculkan pesimisme. Jika terus-terusan dimunculkan yang baik-baik, maka optimisme akan muncul. Saya yakin yang baik jauh lebih banyak daripada yang buruk.

Jusuf Kalla: salah satu tugas pemimpin adalah mempengaruhi orang lain. Dibutuhkan contoh ketauladanan dari pemimpin untuk bisa mengubah masyarakatnya.

Anies Baswedan: Ketulusan itu luar biasa penting. Ketika tulus, dipuji itu tidak terbang, dicaci dia tidak tumbang. Tugas pemimpin bukan meratap. Pemimpin tidak boleh mengirim ratapan, pemimpin harus mengirim harapan.

ALAM
Categories: #ALAMereview

ALAM

blogger and founder @plat_m, think about Indonesia, act in Madura, studying smart city, community developer, @limaura_'s husband | E: nurwahyualamsyah@gmail.com | LINE: @wahyualam

4 Comments

Indah juli · January 2, 2014 at 23:16

Ini tulisannya sudah selesai?
Bacanya serasa digantung di pohon Jambu.

azizhadi · January 4, 2014 at 00:55

Hmm, setuju sama mbak indahjul, ini tulisannya udah selesai bun?

bocah petualang · January 17, 2014 at 09:20

Bukannya idolamu SBY ya?

MOH. FIRDAUS · April 23, 2014 at 08:03

Keren postingannya Pak . . .

Berikan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

*/
%d bloggers like this: