Belajar dari Kesuksesan Xiaomi

Larry Downes melalui bukunya “Big Band Disruption: Strategy in the Age of Devastating Innovation” menyebutkan bahwa kecepatan perkembangan teknologi sekarang mengarah ke produk yang lebih baik dengan harga yang lebih murah. Konsep ini salah satu yang favorit di Indonesia: dapat mendapatkan produk dengan kualitas lebih baik, namun dengan harga yang lebih murah.

Hal ini mengubah arah haluan para peneliti dan pengembang di seluruh dunia dalam mendesain, memproduksi dan memasarkan produk mereka. Semuanya terus berusaha menciptakan hal-hal baru yang belum ada sebelumnya. Dan salah satu perusahaan yang melakukan itu adalah Xiaomi. Private company asli Tiongkok yang dilaunching 2010 ini melejit masuk ke empat besar produk ponsel pintar terpopuler.

Xiaomi menawarkan perangkat Android dengan spesifikasi tinggi yang tidak berbeda jauh dengan para penguasa smartphone belakangan. Bahkan beberapa produk mereka dibuat oleh perusahaan yang juga membuat produk-produk Apple: Foxconn.

Mereka terus berinovasi. Semua produk-produknya laris dengan cepat bak kacang goreng saja. Xiaomi seolah paham betul dengan konsep Larry Downes. Menciptakan produk yang lebih baik dengan harga yang lebih murah.

Tahun 2012, Xiaomi menjual lebih dari 7.2 juta ponsel pintar. Jumlah itu meningkat dua kali lipatnya di tahun 2013, dengan menjual lebih dari 18.7 juta perangkat. Perusahaan berkembang seperti roket yang melesat ke ruang angkasa, begitu cepat.

Di pasar ponsel pintar, sesuatu yang sensasional tidak terjadi karena faktor fashion saja, tetapi juga faktor teknologi dan harga di dalamnya. Sesuatu yang jarang terjadi, perusahaan teknologi tiba-tiba menjadi salah satu yang terbesar hanya dalam waktu yang singkat. Benar-benar sensasional.

Menurut IDC, Xiaomi saat ini merupakan produsen telepon cerdas terbesar ketiga di dunia diikuti oleh Lenovo dan LG yang masing-masing berada urutan keempat dan kelima. Samsung masih tetap diurutan pertama meskipun produksinya menurun, dan diikuti Apple di urutan kedua. Xiaomi juga menjadi vendor telepon cerdas terbesar di Tiongkok pada tahun 2014, setelah menyalip Samsung.

Xiaomi memulai debut internasionalnya ke Singapura. Redmi dan Mi 3 adalah telepon cerdas yang pertama kali dijual di Singapura. Mi 3 habis terjual dalam waktu 2 menit di Singapura. Setelah Singapura, Xiaomi juga masuk ke Malaysia, Filipina, dan India. Kemudian, pada bulan-bulan berikutnya Xiaomi juga masuk ke Indonesia, dan akan melakukan ekspansi ke Thailand, Rusia, Turki, Brasil, dan Meksiko.

Ponsel flagship dari Xiaomi adalah seri Mi. Model terbaru dari seri ini adalah Mi 4, yang menyukseskan Mi 3. Ponsel lain Xiaomi adalah Redmi Note yang merupakan phablet dan telepon cerdas kedua di seri Redmi. Redmi 1S baru mendapat jatah OS Android 4.3 JellyBean. Namun Xiaomi mengembangkan sistem antarmuka yang dikembangkan khusus yang disebut dengan MIUI yang banyak dipuji karena bagus dan cepat.

Meneruskan kesuksesan Redmi 1S, Xiaomi meluncurkan Redmi 2 pada April 2015. Perangkat ini mendukung penggunaan dua kartu SIM sekaligus dan keduanya dapat berjalan di jaringan 4G LTE secara bersamaan. Xiaomi Redmi 2 hadir dengan layar Sharp/AUO berbentang 4,7 inci. Layar tersebut dilindungi dengan sebuah lapisan kaca yang dinamakan Dragontrail Glass. Xiaomi Redmi 2 ini masih menarik karena fitur-fiturnya sudah kekinian, buat kalian yang masih penasaran, dapat membeli Xiaomi Redmi 2 di halaman mataharimall.com.

Seri Redmi terus berkembang. Yang terbaru adalah Redmi 4X. Secara desain, Redmi 4X mirip dengan Redmi 3X, hanya saja lebih tipis. Smartphone ini memiliki layar 2,5D berukuran 5 inci (720 piksel), ketebalan 8,6 milimeter, serta bodi berbalut logam. Di bagian punggung ponsel terdapat pemindai sidik jari.

“Otak”-nya dipercayakan pada Qualcomm Snapdragon 435. Kapasitas RAM-nya 3 GB dengan memori internal 32 GB. Bila memori yang disediakan kurang luas, pengguna masih bisa menambahkan kartu micro SD hingga 128 GB.

Dari segi kamera, Redmi 4X dibekali kamera utama 13 megapiksel dengan fitur LED flash. Sementara kamera depannya beresolusi 5 megapiksel.

Menarik ditunggu seperti apa versi terbaru ponsel pintar besutan Xiaomi. Selain ponsel pintar, produk-produk Xiaomi sudah merangsek ke semua peralatan pendukung seperti Wi-Fi, TV, Box, Power Band, hingga kamera aksi.

Baca Juga: Belajar dari Taipei tentang Akses Difabel

Tak akan ada habisnya jika menilik keunikan Xiaomi. Ada satu lagi yang menarik soal Xiaomi. Yaitu keunikan dalam sosok Lei Jun, pendiri dan CEO Xiaomi. Penampilannya mengingatkan pada Steve Jobs. Media menyebutnya sebagai Steve Jobs dari China. Tak salah memang, lihat saja gaya Lei Jun di atas panggung saat memperkenalkan produk terbarunya. Mulai dari gaya berpakaian kaos hitam dan sepatu kets, serta cara dia mempresentasikan produknya. Lei Jun memang mengakui bahwa dirinya terinspirasi dengan visi dan misi sang legenda Apple.

Tidak mau kalau dengan Apple yang punya fans berat. Xiaomi juga punya penggemar yagn disebut “Mi Fans”. Sesuai dengan slogannya “Just for fans” karena setiap langkah dari jalan dipimpin oleh penggemar. Di antara staf Xiaomi, banyak yang awalnya merupakan penggemar produk Xiaomi sebelum mereka memutuskan untuk bergabung dengan Xiaomi. Xiaomi tidak hanya memiliki tim yang penuh semangat tetapi juga memiliki sikap yang sama, yaitu mengejar kesempurnaan tanpa henti. Menarik.

ALAM

One thought on “Belajar dari Kesuksesan Xiaomi

  1. Xiaomi ini ancen gendeng. Bisa menyodok dalam waktu singkat ke kancah ponsel cerdas dunia. Membuat produsen lawas yang merasa tenang, mendadak bergejolak karena harus bangkit melakukan segala upaya untuk membendung xiaomi

Berikan Komentar