Desa itu Bernama Rangperang Laok

Setiap Universitas di Indonesia bertanggung jawab untuk pemberdayaan masyarakat yang ada di sekitar kampus tersebut. Program pemberdayaan masyakarat ini bahkan dijadikan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang sudah tingkat akhir. Mata kuliah itu bernama Kuliah Kerja Nyata atau dipendekkan menjadi KKN. Memasuki semester akhir ini, giliran saatku menjalani kuliah yang benar-benar nyata. Argumen tentang kehidupan dan pengalaman kakak kelas selama KKN cukup membuat bulu kudu merinding. Beberapa menceritakan betapa susahnya hidup di pedalaman dengan segala kekurangan fasilitas yang ada di desa tersebut, semua keterbatasa itu disebutkan satu demi satu salah satunya adalah ketika kita harus mandi di tempat umum seperti sungai, sinyal jaringan ponsel terbatas, jarah tempuh yang jauh dan susah dijangkau, semua seperti horor di siang hari.

Tidak disengaja sebulan sebelum berangkat KKN, aku membeli buku Indonesia Mengajar yang bercerita tentang aneka ragam kehidupan pelosok desa di Indonesia, tulisan para pengajar muda ini memberikan sedikit gambaran bagaimana kira-kira aku ketika menjalani KKN nanti. Hal ini yang membuatku tertarik dan tidak sabar untuk segera menjalani masa KKN. Tanggal 28 Januari nanti merupakan tanggal pemberangkatan KKN 2012 Semester Ganjil Universitas Trunojoyo Madura. Kalau tahun lalu kabupaten Sampang menjadi lokasi pemberdayaan masyarakat, kali ini adalaha kabupaten sebelah timur Sampang yaitu Pamekasan. Aku menggerutu dalam hati, dimanapun desanya kami harus siap dan berbagi sedikit ilmu yang telah kita dapat di kampus ini ke masyarakat, meskipun tidak seperti super hero yang bisa merubah segalanya, tetapi setidaknya ada sesuatu yang bermanfaat kita berikan kepada mereka.

Aku diberi anamah oleh kelompokku kelompok 14 untuk menjadi koordinator desa (kordes) selama KKN berlangsung. Semoga dengan amanah ini aku bisa belajar bagaimana berinteraksi langsung dengan masyarakat. 14-15 Januari kemarin adalah pembekalan KKN untuk sekitar 379 mahasiswa dari semua jurusan di UTM. Saat-saat yang paling menegangkan adalah ketika giliranku sebagai Kordes untuk maju ke depan mengambil kerta yang sudah digulung kecil-kecil, setiap kertas itu bertuliskan nama-nama desa dari 4 Kecamatan yang dipilih. Desa ini akan kelompok 14 selama 27 hari pengabdian ke masyarakat desa itu. Teman-teman sekelompok menyentuh tanganku semua berharap mendapatkan desa yang “enak”, desa yang ramah bagi 13 calon penghuninya ini. Susah menuliskan perasaanku saat aku ke depan dan mengambil gulunga kecil dan membukanya. Dengan hati-hati dan sedikit gemetar aku membuka lembaran kertas putih itu. Rangperang Laok, begitulah aku membacakan nama desa tempat kelompk 14 mengabdikan diri kepada masyarakat dalam mata kuliah yang diberi nama KKN ini.

Dikatakan oleh ketua panitia pembekalan KKN, kalau Klebun (kepala desa) Rangperang Laok ini sangat baik, sedikit berkumis dan insyaAllah baik hati. Aku kembali ke tempat duduk sambil membayangkan seperti apakah kira-kira kondisi desa Rangperang Laok. Masyarakat, geografis, kehidupan sosialnya, budaya dan politik di sana seperti apa?. Berbekal pengetahuan yang ada di buku Indonesia Mengajar dan pengetahuan selama pembekalan akan aku bawa bersama 12 orang lainnya kelompok 14 bersatu bekerjasama untuk mengabdikan diri kepada masyarakat selama 27 hari, semoga semunya berjalan lancar. Amin!

Catatan: Foto dari SlameTux

ALAM

5 thoughts on “Desa itu Bernama Rangperang Laok

    1. Wah tahun berapa ya kok ndak ada KKN? hehehe
      spam bermutu? baru kali ini ada spam bermutu.

Berikan Komentar